XML Sitemap dan Keuntungannya
Sitemap merupakan suatu protokol yang menyediakan daftar URL yang ditujukan untuk di crawl dan di-index oleh search engine seperti Google, Yahoo! atau Bing. Sitemap menggunakan format XML sederhana dengan beberapa tag. Berikut contoh format Sitemap:
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <urlset xmlns="http://www.google.com/schemas/sitemap/0.84"> <url> <loc>http://blog.syabac.web.id</loc> <lastmod>2010-01-31</lastmod> <changefreq>weekly</changefreq> <priority>0.8</priority> </url> <url> <loc>http://blog.syabac.web.id/suatu-halaman.html</loc> <lastmod>2010-01-27</lastmod> <changefreq>monthly</changefreq> <priority>0.6</priority> </url> </urlset>
Biasanya Sitemap disimpan di root public folder atau public HTML folder dengan nama sitemap.xml . Misal kamu punya situs dengan domain www.domain.com maka file Sitemap dapat diakses dengan URL http://www.domain.com/sitemap.xml . Untuk membuat sitemap kamu bisa menggunakan sitemap generator yang ada di Internet. Kalo situs kamu menggunakan CMS seperti WordPress atau Joomla! bisa menggunakan plugin atau modul extension yang tersedia yang bisa menghasilkan sitemap secara otomatis. Kalo sudah dibuat, jangan lupa disubmit ke search engine besar seperti Google, Yahoo!, dan Bing untuk di-crawl dan di-index.
Keuntungan bila menggunakan Sitemap diantaranya:
- Bisa meningkatkan search engine meng-crawl situs kamu. Karena pada struktur XML Sitemap terdapat informasi URL halaman tersebut, kapan terakhir halaman diperbarui dan frekuensi seberapa sering halaman diubah atau diupdate.
- Memberi tahu kepada search engine halaman-halaman yang belum atau tidak diketahui oleh search engine untuk di-crawl dan di-index.
- Membantu meningkatkan halaman-halaman yang terindex oleh search engine.
- Verifikasi atau registrasi XML Sitemap bisa meningkatkan kepercayaan search engine terhadap situs kamu. Atau dengan kata lain situs kamu masuk ke white list daftar situs yang akan di-index oleh search engine.
Semoga bermanfaat.
Related Contents
- » Teknik White Hat dan Black Hat Search Engine Optimization
- » LIMIT dan OFFSET di Microsoft SQL Server
- » Microsoft Visual Studio 2010 Beta 2 Release
- » Webometrics Ranking
- » Unified Modeling Language (UML) Diagrams








February 1st, 2010 11:07
manstap…
suL, jadi setiap kita bikin tulisan kita kudu bikin sitemap baru lagi??
kasih tau ye kalo udah di balas…
February 1st, 2010 22:35
Idealnya setiap ada perubahan atau penambahan content, sitemap juga diupdate. So, para search engine bisa tau apakah ada update pada situs tersebut. Bila ada, maka mereka bakalan crawl atau nge-index situs itu.
Biasanya CMS seperti WordPress atau Joomla ada plugin yang bisa generate sitemap secara otomatis. Jadi tidak perlu bikin secara manual.
Berikut contoh sitemap yang ada di situs ini http://blog.syabac.web.id/sitemap.xml
February 5th, 2010 10:13
dulu pernah pake plugins dari wordpress dikirain sitemapnya bisa update otomatis eh belakangan ga taunya harus di regenarate dulu sitemapnya. hahahaha